Bijak Mengelola Sampah di Sekolah

BIJAK MENGELOLA SAMPAH DI SEKOLAH

Oleh : Dian Fauziana, S.T.P.

 

Tanggal 21 Februari, diperingati sebagai hari peduli sampah nasional. Hal ini untuk mengingatkan semua pihak bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama dalam penanganan dan pengelolaannya. Tidak dipungkiri semakin hari tumpukan sampah sudah menjadi lautan sampah. Lalu apa yang telah kita usahakan untuk menanggulaninya? Ya, penanganan dan pengelolaannya memerlukan pelibatan seluruh komponen masyarakat, di rumah, di sekolah, di kantor, di lingkungan masyarakat dan tempat-tempat publik lainnya.

Masalah sampah di sekolah merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, kita tidak bisa hanya mengandalkan jasa kebersihan untuk membuangkan sampah yang dihasilkan di sekolah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang pada akhirnya hanya menjadi limbah yang tidak berguna.

Ada berbagai jenis sampah, yang paling umum adalah sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan jenis sampah atau limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup,namun juga bisa berasal hasil olahan yang dibuang yang dapat terurai secara alami oleh bakteri tanpa menggunakan bahan kimia lagi sebagai pengurainya.

Sampah organik bisa dibagi ke berbagai cabang lagi berdasarkan jenisnya, misalnya ada sampah organik basah dan kering. Seperti namanya sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengandung air sedangkan sampah kering adalah yang sedikit mengandung air.

Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan non hayati dan sulit terurai, meski sulit terurai keunggulan sampah anorganik mudah diolah kembali. Baik diolah untuk kebutuhan lain atau diolah kembali menjadi barang baru yang lebih bermanfaat.

Pengelolaan sampah baik organik dan anorganik masih menjadi masalah besar yang harus diatasi untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin meluas. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini, dirumah, disekolah dan dimanapun harus terus digaungkan untuk kelangsungan kelesatrian lingkungan.

Sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan mempunyai tanggung jawab yang besar untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah. Selain memberikan pengetahuan dan ilmu mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, guru juga  berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.  Melatih kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar dan membantu mereka bertanggung jawab terhadap sampah mereka sendiri. Selain itu juga memberikan kesempatan, pengalaman berkarya yang menyenangkan dan melakukan kegiatan praktik baik kepada seluruh peserta didik.

Upaya yang dilakukan SMPIT Putri Al Hanif dalam mengelola sampah

1. Pemisahan sampah berdasarkan  jenisnya

Menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari aktivitas sederhana yakni membuang sampah pada tempatnya dan berdasarkan jenisnya

Di SMPIT Putri Al Hanif sampah di pisahkan berdasar jenisnya. Ada 3 kategori sampah yang dipisahkan yaitu, sampah kertas, sampah plastik dan sampah organik.

Dengan demikian peserta didik terbiasa untuk memisahkan sampah sehingga dapat mempermudah pemilahan jika akan didaur ulang..

 

2. Pengelolaan sampah

1.Pemanfaatan sampah organik untuk pupuk kompos

Sampah daun kering dan sampah organik dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos yang hasilnya bisa digunakan untuk pupuk tanaman di green house.

2. Pembuatan Eco Enzym dari sampah kulit buah dan sayur

Selain kompos, kami juga membuat Eco Enzym dari sampah kulit buah dan sayur yang dimanfaatkan sebagia pupuk tanaman dan agent pembersih  yang dapat digunakan untuk membersihakan  toilet dan got di lingkungan sekolah.

3. Bekerja sama dengan Bank Sampah Kecamatan Cibeber Tim Gebers Cemerlang dalam pengelolaan limbah plastik

Sampah plastik termasuk sampah yang susah diurai, namun mudah untuk didaur ulang. Kami bekerjasama dengan mitra dalam pengelolaan sampah plastik, sampah plastik yang telah dipisahkan akan dimabil secara berkala oleh mitra dan mereka akan mengolah sampah plastik menjadi brix yaitu bahan padat yang bisa digunakan untuk pembuatan plat dan genteng dari brix. Dengan konsekuensi limbah plastik yang telah dikumpulkan akan ditimbang dan dikonversi dalam buku tabungan, Bermanfaat bukan? Segera hubungi bank sampah disekitar sekolahmu dan mulailah menabung sampah.

 

3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Peserta didik membawa bekal makan sehat dengan menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang sehingga mengurangi sampah plastik di sekolah

Dalam PHBS juga diterapkan budaya saling mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan terus agar dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan kelas dan toilet juga.

 

4. Daur ulang sampah menjadi kerajinan dan produk bermanfaat

Membiasakan untuk berpikir kreatif dan terampil sangat perlu diajarkan kepada peserta didik agar bisa secara cepat bertindak dan memecahkan masalah dan memberikan solusi. Pembelajaran dalam memanfaatkan barang yang tadinya tidak berguna menjadi barang yang berdaya guna merupakan hal positif dalam mengasah kreatifitas peserta didik.

Berikut contoh-contoh pembelajaran kerajinan dari bahan yang sudah tidak terpakai:

1. Pemanfaatan kain perca dan tutup galon dibuat dompet koin

Bijak pada alam tidak hanya bisa menikmati keindahannya tapi juga bisa menjaganya, hal yang paling sederhana adalah membuang sampah pada tempatnya apakah kamu seorang diri atau beramai-ramai, serta tidak menggunakan kertas dan plastik secara berlebih-lebihan. 

Tidak ada hal besar jika tidak dimulai dari yang kecil, tidak akan bergerak jika tidak dimulai dari diri kita sendiri, untuk itu mulailah dari diri sendiri dan mulailah dari sekarang untuk bumi yang lebih baik. Yuk dari sekarang pilah dan olah sampahmu! Kareana sampahmu adalah tanggung jawabmu.

2. Pemanfaatan kain perca untuk sarung bantal

3. Clutch dari kain perca

4. Sampul buku dari kain perca

5. Tatakan gelas dari  koran bekas

6. Bunga dari kulit jagung

7.Bunga dari sedotan

8. Tas dari sedotan

9. Dompet dari plastik

10. Wadah serbaguna dari tutupbotol air mineral

Demikian sekelumit tentang upaya SMPIT Putri Al Hanif  dalam pengelolaan sampah. Bukan hal yang mudah namun dengan kerjasama dan dukungan dari seluruh warga sekolah insyaaAllah semua akan menjadi lebih ringan dikerjakan dan dapat memberi kemanfaatan yang besar bagi lingkungan.

Bijak pada alam tidak hanya bisa menikmati keindahannya tapi juga bisa menjaganya, hal yang paling sederhana adalah membuang sampah pada tempatnya apakah kamu seorang diri atau beramai-ramai, serta tidak menggunakan kertas dan plastik secara berlebih-lebihan. 

Tidak ada hal besar jika tidak dimulai dari yang kecil, tidak akan bergerak jika tidak dimulai dari diri kita sendiri, untuk itu mulailah dari diri sendiri dan mulailah dari sekarang untuk bumi yang lebih baik. Yuk dari sekarang pilah dan olah sampahmu! Kareana sampahmu adalah tanggung jawabmu.